Kode Akun Perusahaan Dagang

Kode Akun Perusahaan Dagang – Akun / perkiraan adalah catatan untuk menampung transaksi yang dicatat lewat jurnal. Istilah buku besar atau ledger adalah sebutan untuk macam-macam akun perkiraan tersebut. Nah, kumpulan perkiraan atau akun tersebut biasanya sering kita lihat diberi nomer dan untuk kelompok akun yang sejenis akan diberi nomer yang urut .

Ada beberapa jenis metode pemberian nomer perkiraan diantaranya sistem decimal, system numeric dan system kombinasi. Yang sering digunakan adalah system decimal, namun kita boleh memilih metode mana saja, yang terpenting adalah dalam penyusunannya harus sistematis, praktis dan bisa mengantisipasi perubahan dimasa datang. Berikut ini akan diulas lebih luas mengenai kode akun perusahaan dagang

Kode Akun Perusahaan Dagang

Kode Akun Perusahaan Dagang

#1 Pengertian Kode Perkiraan

Kode perkiraan berguna untuk memudahkan pencatatan ke perkiraan atau buku besar (posting). Pengkodean akun juga memudahkan dalam klasifikasi perkiraan dan pentusunan laporan keuangan. Biasanya setiap perusahaan membuat daftar kode perkiraan atau sering disebut chart of account.

Perkiraan / akun dapat dikelompokkan menjadi perkiraan neraca dan perkiraan laba rugi. Perkiraan neraca merupakan perkiraan yang termasuk kelompok harta, kewajiban dan modal. Sedangkan untuk yang termasuk ke dalam perkiraan laba rugi  adalah pendepatan dan beban.

Baca Juga : 11 TAHAP SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

#2 Syarat pembuatan chart of account

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kode akun diantaranya:

  1. Nomer harus unik (artinya setiap nomer hanya digunakan untuk satu akun perkiraan saja)
  2. Akun perkiraan di masukkan kedalam kelompok atau sub kelompok. Contohnya kas, piutang dan peralatan dimasukkan kedalam aktiva lancar.
  3. Perkiraan yang berkaitan hendaknya disusun secara berurutan. Contohnya: piutang dagang dengan piutang lain-lain.
  4. Penomeran diusahaan tidak terlalu ketat, alasanya akan memudahkan jika terjadi penambahan sejumlah akun baru. Contohnya : kelompok beban diberi nomer 600. 605 beban angkutan. 610 beban laiinya. Jika terjadi penambahan dapat disisipkan antara 605 -610.
  5. Nama akun rekening sebaiknya singkat dan jelas. Contohnya: Beban perjalanan dinas lebih baik daripada Beban perjalanan ke luar kota bagi direksi.

#3 Jenis-Jenis Kode Perkiraan

  1. Sistem Decimal

Kode akun perusahaan dagang yang pertama ialah jenis sistem decimal. Kode perkiraan pada system decimal pada dasarnya diberi nomer 1 sampai 9 untuk setiap kelompok perkiraan. Contohnya:

  1. Aktiva
  2. Kewajiban
  3. Ekuitas
  4. Pendapatan
  5. Harga Pokok Penjualan
  6. Beban Penjualan
  7. Beban Administrasi dan Umum
  8. Pendapatan Lain-lain
  9. Beban Lain-lain.

Pengkodean seperti diatas bisa saja hanya dari angka 1 sampai 7, jadi tidak mutlak menyesuaikan kebutuhan atau keinginan dari seorang akuntan sendiri.

Yang terpenting adalah setiap satu angka depan menunjukkan suatu kelompok. Cara ini akan dapat memudahkan mengetahui suatu perkiraan termasuk kelompok yang mana.

Baca Juga : MENGENAL JENIS – JENIS TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG

Misalnya, nomer 1001, artinya bisa dipastikan nomer tersebut termasuk kelompok aktiva karena angka depan adalah 1. Dalam praktiknya, system decimal lebih banyak dipakai perusahaan, alasanyya karena sistematis dan fleksibel.

Berikut ini contoh chart of account sistem decimal 3 digit:

No. Akun
1. AKTIVA
11. Aktiva Lancar
111. Kas
112. Piutang Dagang
113. Perlengkapan Kantor
114. Sewa Dibayar Dimuka
12. Aktiva Tetap
121. Peralatan Kantor
122 Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor
2. KEWAJIBAN
21. Kewajiban lancar
211. Hutand Dagang
212. Wesel Bayar
22. Kewajiban Jangka Panjang
221. Hutang Bank
3. Modal
310. Modal Saham
320. Saldo Laba
4. PENDAPATAN
410. Jasa Konsultasi
420. Pendapatan Training
5. Beban
501. Beban Gaji
502. Beban Sewa
503. Beban Penyusutan
599. Beban Lain-lain
  1. Sistem Menemonic

Kode akun perusahaan dagang yang kedua ialah jenis sistem menemonic. Kata Menemonic sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang artinya membantu ingatan. Kode akun dengan system menemonic adalah membuat kode yang mudah diingat. Biasanya akan menggunakan singkatan atau kode huruf. Contohnya AL untuk Aktiva Lancar, AT Aktiva Tetap, KJP untuk Kewajiban Jangka Panjang, KL untuk Kewajiban Lancar. Contoh akun system mnemonic:

AL-KK Kas Kecil
AL-PBD Persediaan Barang Dagangan
AT-Bang Bangunan
B.Gj Beban Gaji
B.Lst Beban Listrik
B.Sw Beban Sewa
  1. Sistem Kombinasi

Kode akun perusahaan dagang yang ketiga ialah jenis sistem kombinasi. System kombinasi adalah system dengan cara menggabungkan kedua system sebelumnya yaitu huruf dengan angka untuk membuat kode perkiraan. Huruf biasanya diambil dari sistem Menemonic. Berikut contoh kode akun system kombinasi:

AL.01 Kas
AL.02 Piutang Dagang
AT.01 Tanah
AT.02 Bangunan
AT.03 Akumulasi Penyusutan Bangunan
KL.01 Hutan Dagang
M.01 Modal Saham

>>> Download Software Akuntansi Perusahaan Dagang Gratis, Klik Disini <<<